Sunday, May 27, 2007

Ada dunia
yang tak tersentuh indera
hanya rasa yang mampu membaca dunia
dikala ironi berpadu dengan kewajaran
tampak biasa
tampak awam
tampak hambar
tampak abu - abu
tak terasakah tawa lepas seorang balita
yang menjadi begitu menyesakkan dada ?
atau lelapnya tidur seorang anak kecil
yang menjadi begitu teramat menyayat hati ?
inilah realitas dunia
sakit memang
apa daya
daya apa ?
kita terlampau banyak berwacana
hingga wacana kita menjadi melangit
tak lagi berpijak di bumi realitas
sekali lagi aku bertanya
daya apa ?
sakit oleh pemahaman
kenapa tidak besikap cuek ?
sebentar saja..
aku tak bisa..
aku tak tahan melihat wajah itu
pipi tirus dengan sorot mata lelah
di tengah temaram lampu jalanan malam hari
aku rindu Umar...

Monday, May 21, 2007

sedih. cuma itu yang bisa menggambarkan gimana perasaan saya. melihat dua orang supir angkot bertengkar di penggir jalan gara2 rebutan penumpang. untungnya di angkot yang aku tumpangi ga banyak orangnya, sehingga aku bisa leluasa nyembunyiin wajahku. untungnya lagi setelah nyampe asrama, asrama lagi ga terlalu rame sehingga aku bisa meluapkan perasaanku sepuasnya..
entah..saat ngeliat keduanya betengkar, pikiranku langsung ngebayangin keluarga mereka. yah..mereka bertengkar bagaimanapun juga bagi keluarga mereka juga. mereka tengah mencari nafkah, demi mencukupi kebutuhan keluarga mereka. mungfkin yang dipertengkarkan hanyalah satu orang penumpang yang membayar paling 1000 - 2000 rupiah. uang yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya..
pikiranku melayang, kala melihat bendera partai politik di pinggir jalan, aku terpikir, apakah yang di Istana dan di senayan tahu akan keadaan masyarakatnya yang seperti ini? ataukah bisa jadi di sana mereka tengah makan siang dengan hidangan steak atau makanan bergaya eropa. hatiku pedih membayangkan paradoks hidup ini...negara ini tidak pantas memiliki istana sekiranya masih ada rakyat kelaparan..sebab istana hanyalah simbol menara gading yang angkuh!
aku pun lantas teringat Umar Ibn Khaththab yang biografinya belum aku selesaikan membacanya gara2 terbentur ujian. aku teringat cerita bahwasanya umar yang hobi berjalan-jalan malam guna melihat keadaan masyarakatnya pernah menjumpai seorang ibu yang memasak batu guna meredakan tangis anaknya karena lapar. umar hatinya teriris dan akhirnya dipanggullah makanan dari kas negaranya guna diberikan kepada keluarga itu.
kisah itu membuatku sakit..rindu..dan..heran
sakit..melihat realitas yang begitu ironis dan tidak adanya pemimpin yang memiliki perhatian pada rakyatnya laiknya umar
rindu..pada sosok pemimpin seperti umar, yang pernah berkata jika ia tidur pada siang hari maka ia mendzalimi rakyatnya, sedangkan bila ia kebanyakan tidur di malam hari, ia mendzalimi dirinya sendiri
heran..melihat pemimpin2 kita, takutkah mereka akan pertanggungjawaban di akhirat kelak? dimana di dunia mereka berlomba-lomba jadi pemimpin, dan bersyukur saat mendapatkan amanah besar
negeri ini membutuhkan banyak pahlawan kawan, engkaulah salah satunya!!!
tinggal, apakah engkau akan menjemput takdir kepahlawananmu ataukah engkau hanya menjadi penonton dari sejarah ???
One of my fave song
Flying Without Wings

Everybody's looking for that something
One thing that makes it all complete
You'll find it in the strangest places
Places you never knew it could be
Some find it in the faces of their children
Some find it in their lovers eyes
Who can deny the joy it brings
When you find that special thing
You're flying without wings

Some find it sharing in every morning
Some in their solitary lives
You'll find it in the works of others
A simple line can make you laugh or cry
You'll find it in the deepest friendships
The kind you cherish all your lives
And when you know how much that means
You have found that special thing
You're flying without wings

So impossible as they may seem
You've got to fight for every dream
'Cuz who's to know which one you let go
Would have made you complete


But for me it's waking up beside you
To watch the sun rise on your face
To know that I can say I love you
At any given time or place
It's the little things that only I know
Those are the things that make you mine, all mine
And it's the flying without wings
'Cuz you're my special thing
I'm flying without wings
You're the place my life begins
And you'll be where it ends
I'm flying without wings
And that's the joy it brings
I'm flying without wings
=======================================================
setiap orang senantiasa mencari sesuatu
sesuatu yang membuat semuanya menjadi sempurna
engkau akan menemukannya di suatu tempat yang asing
tempat yang sebelumnya engkau takkan pernah tahu
beberapa orang menemukannya di wajah anak - anak mereka
beberapa lagi menemukannya di mata orang yang ia cintai
siapa yang akan bisa menyangkal kegembiraan yang dibawanya
saat engkau menemukan sesuatu yang spesial itu
engkau serasa terbang ke awan

beberapa orang menemukan ini saat berbagi di setiap paginya
beberapa pula menemukan dalam kesendiriannya
engkau akan menemukannya dalam kebersamaan dengan sesama
sebuah garis sederhana yang mampu membuatmu tertawa dan menangis
engkau akan menemukannya dalam persahabatan yang paling dalam
saat engkau begitu menyayangi kehidupanmu
dan saat engkau mengetahui betapa berartinya semua ini
engkau telah menemukan sesuatu yang spesial itu
terbang melayanglah dirimu

mereka boleh berkata semua ini sangatlah tidak mungkin
engaku harus berjuang untuk setiap mimpimu
karena siapa tahu engkau melepaskan sesuatu
yang akan membuatmu sempurna

bagiku, sesuatu itu adalah terbangun disisimu
untuk melihat terbitnya matahari dari wajahmu
untuk meyakinkanku bahwa aku bisa berkata aku cinta dirimu
di setiap kesempatan, dimanapun dan kapanpun
ini adalah hal kecil yang hanya aku yang tahu
karena semuanya adalah sesuatu yang membuatmu milikku, seutuhnya
dan semuanya serasa terbang ke awan yang tinggi
karena dirimulah sesuatu yang spesial itu
aku serasa terbang ke awan
denganmulah hidupku berawal
dan engkau akan selalu ada diakhirnya
aku serasa terbang ke awan
dan seperti itulah kegembiraan yang kurasakan
aku terbang...

Thursday, May 17, 2007

antara konsistensi dan kebaikan

mungkinkah keduany bertentangan atau timbul semacam paradoks
mungkin anda pernah mendengar, kadangkala kita harus melakukan kesalahan / kejahatan kecil untuk mendatangkan kebaikan yang besar
saya tidak setuju dengan pernyataan ini, apalagi yang harus menjadi korban adalah konsistensi
memang saya sering menjumpai paradok - paradok hidup, namun konsistensi harus tetap dipegang.
bagi saya dan saya yakin pula anda pun sepakat, bahwa konsistensi adalah bagian dari karakter. mengorbankan konsistensi walaupun untuk mendatangkan manfaat yang besar bukan merupakan jalan yang baik kalau menurut saya.

Tuesday, May 15, 2007

this post is dedicated to my friend that has almost same past with me. somehow it makes me stronger when I realized that I'm not alone. actually it really motivates me to do better than before. you are truly my friend, and I really trust u to keep my secret.
your story inspires me that as an elder son, I have to be responsible in order to bond my family..
thanks alot


9th March

Nagareru kisetsu no mannaka de
Futo hi no nagasa o kanjimasu
Sewashiku sugiru hibi no naka ni
Watashi to anata de yume o egaku
Sangatsu no kaze ni omoi o nosete
Sakura no tsubomi wa haru e to tsuzukimasu
Afure dasu hikari no tsubu ga
Sukoshizutsu asa o atatamemasu
Ookina akubi o shita ato ni
Sukoshi tereteru anata no yoko de
Arata na sekai no iriguchi ni tachi
Kizuita koto wa hitori ja nai 'tte koto
Hitomi wo tojireba anata ga
Mabuta no ura ni iru koto de
Dore hodo tsuyoku nareta deshou
Anata ni totte watashi mo sou de aritai
Suna bokori hakobu tsumoji kaze
Sentakumono ni karamarimasu ga
Hiru mae no sora no shiroi tsuki wa
Nanda ka kirei de mitoremashita
Umaku wa ikanu koto mo aru keredo
Ten o oogeba sore sae chiisakute
Aoi sora wa rin to sunde
Hitsuji kumo wa shizuka ni yureru
Hana saku o matsu yorokobi o
Wakachi aeru no de areba sore wa shiawase
Kono saki mo tonari de sotto hohoende
Hitomi wo tojireba anata ga
Mabuta no ura ni iru koto de
Dore hodo tsuyoku nareta deshou
Anata ni totte watashi mo sou de aritai
----------------------------------------------------------------------------Translation
March 9th

In the middle of this drifting season
I suddenly feel the length of the days
In the midst of these quickly-passing days
You and I dream away
With my feelings on the March wind
The cherry blossom buds continue on into spring
The overflowing drops of light
One by one warm the morning
Beside you, I'm a little embarrassed
After a huge yawn
I'm standing at the door to a new world
What I've realized is that I'm not alone
If I close my eyes
You're behind my eyelids
How strong has that made me?
I hope I'm the same for you
The dusty whirlwind
Tangled up the laundry, but
The white moon in the morning sky
Was so beautiful, I couldn't look away
There are things that don't go the way I planned
But if I look up to the sky, even they seem small
The blue sky is cold and clear
The fluffy clouds float by quietly
If I can share with you the joy
Of waiting for the flowers to bloom, I'll be happy
From now on, I want you to be quietly smiling beside me
If I close my eyes
You're behind my eyelids
How strong has that made me?
I hope I'm the same for you
ORANG _ ORANG ROMANTIS


Sungguh, seorang Romeo tak perlu mati untuk Juliet.Dan Qais tak perlu menjadi gila karena Laila. Romeo masih bisa meneruskan hidupnya tanpa Juliet. Dan Qaispun bisa tetap waras dan hidup tanpa Laila.
Tetapi itulah masalahnya. Mereka tidak sanggup, mereka berhenti di satu titik, dan menyerah. Hidup Romeo tak berarti tanpa Juliet, dan Qais memilih mati daripada kehilangan Laila. Qais memang tidak bunuh diri, tetapi ia membiarkan dirinya larut dalam kesedihan, larut dalam keterpurukan. Ia lepaskan dirinya tenggalam dalam duka sampai nafas terakhir.
Mereka adalah orang-orang romantis. Dan orang–orang romantis seringkali menjadi rapuh. Mereka punya jiwa yang lembut dan halus. Tetapi kehalusan itu terbiaskan dengan kelemahan. Qais dan Romeo mewakili tipikal laki-laki yang berperasaan halus, tetapi sangat lemah.
Sungguh, kata Anis Matta itu bukan kombinasi yangbagus. Sebab, bagaimana mungkin seorang laki-laki yang lemah bisa berdiri kokoh dalam barisan kaum muslimin untuk menegakkan kejayaan Islam. Bagaimana mungkin ia bisa ‘memanggul senjata’, menebas keburukan dan kebathilan, apalagi kedzaliman, sedangkan ia sendiri tak sanggup menghadapi badai kehidupan, yang muaranya hanya satu: hubbuddunya (cinta dunia). Cinta pada keluarga (anak dan istri/suami) , cinta pada harta, dan cinta pada kehormatan diri.
Pun sebaliknya dengan wanita. Bagaimana mungkin para lelakinya bisa tenang dalam ‘peperangan’ jika para wanitanya senantiasa merengek, menuntut, dan merajuk agar setiap saat selalu ditemani.
Dalam dada orang-orang yang romantis, perpisahan adalah saat-saat paling melankolik, saat-saat paling ditakuti. Sebab dunia menjadi sempit *gimana ga sempit, wong dunia segitu lebarnya serasa cuma buat berdua :-P*. yang diinginkan orang-orang yang romantis adalah ketenangan, kedamaian, bersama para kekasihnya.
Tetapi kehidupan tak seperti itu. Kehidupan selalu punya aturan dan kaidah yang seringkali memaksa orang-orang yang romantis itu berlepas diri dari kekasihnya.
Sedihnya, keadaan seperti itulah yang melanda sebagianbesar muslimin di hari-hari sekarang. Memilih bergumul dengan romantismenya yang rapuh. Berlindung di balik kehalusan dan kelembutan jiwa. Tetapi sebenarnya hanya menutupi kelemahan dan kerapuhan dirinya. Hingga panggilan2 Allah untuk mengangkat ‘pedang’ memerangi kebathilan yang buahnya adalah surga dan bidadari yangbermata jeli, tak lagi terdengar indah.
Tengoklah sebuah kisah. Saat kabar syahidnya syekhAbdullah Azzam disampaikan kepada istri beliau, sang istri mujahid itu hanya menjawab enteng,“Alhamdulillah, sekarang mungkin ia sedang bersenanng-senang dengan para bidadari.”
Ungkapan itu bukan karena tak ada romantisme dan kecintaan dalam dadanya. Tetapi karena segala keindahan itu telah menemukan keterarahan dan sumber energi dari Sang Pemilik Hati.

Gampang?? No!
That’s so hard! But not impossible.

Monday, May 14, 2007

GA JADI....!!!

Alhamdulillah..ga jadi KP di banten, suralaya...
saya ketrima KP di PT. SIEMENS di Cengkareng...
Semoga KP disana bermanfaat..
Juniku di Banten...

Alhamdulilah akan Kerja Praktek di PLTU Suralaya, Banten. semoga yang aku khawatirkan ga terjadi. KP di perusahaan BUMN katanya dikit ilmunya, mending di offshore atau perusahaan swasta...
terserah lah..aku belum ngalaminnya sendiri kok.
siap - siap poto poto nih, katanya agak pedesaan gitu tempatnya, at least deket laut lah..I miss smell of sea..I miss smell of wind..I miss smell of greeny plant..
Langit biru..awan putih...laut biru..
"Langit biru
Awan putih
Terbentang indah
Lukisan yang kuasa
Ku melayang.."
I feel blue (actually red)
I'll Come
Masya Allah....Laa Haula Walaa Quwwata Ila Billah

praktikum..uas...akan segera mencapai titik kulminasinya. sebentar lagi akh..sabar tawakal ikhtiar Allahu Akbar..
perubahan itu sakit..sakit yang sangat
teringat pada cerita elang di umur 40..

DON'T FAINT BE STRONG, even a genius will be defeated by hardworker..so be a genius hardworker and be unbeatable
inget IP bukan satu2nya hal yang menentukan, liat temenmu...IP cum laude tapi ga lolos seleksi beasiswa mcDermott...
kenapa aku mundur dari beasiswa tersebut? ada benturan idealisme...lagi-lagi..
entah..mungkin profiling perusahaan yang bagiku masih belum jelas siapa di belakangnya. tapi jujur, setelah tau itu perusahaan amrik, aku jadi males.
aku lebih prefer kerja di perusahaan eropa kecuali inggris. ..yah..jerman ato prancis lah, tapi akan sangat senang bila ada perusahaan dalam negeri yang berkualitas..

yah..entah aku udah coba jadi entrepreneur, tapi garisku sepertinya menjadi profesional...

Friday, May 11, 2007

Zutto ikite ?
kalau pernah nonton one litre of tears atau ichi ritoru no namida, zutto ikite adalah kalimat yang disampaikan terakhir kali oleh ikeuchi aya kepada asou haruto. artinya..find it out by yourself.
kaitannya erat pula dengan verba valent, scripta manent. arti ini pun lebih baik cari sendiri..
misterius ?
memang coz..mistery makes man.. man !
Salah Langkah
kenapa harus selalu ada salah faham? semuanya udah selesai. kenapa setiap kali aku menanyakan sesuatu, pada akhirnya aku dituduh ngungkit masa lalu? kenapa aku tidak boleh menggunakan logikaku untuk mengatasi masalah ini? toh dengan logika, aku netral. lihat jistru penggunaan perasaan yang berlebihanlah yang menjadi sebab. apa - apa salah..apa - apa dituduh mengungkit masa lalu..kenapa sih ga coba meredakan semuanya dengan kepala dingin ?
kau menyiram apiku dengan bensin! lihat..apiku berkobar membakar semua persepsiku tentangmu..membakar rasa marahku..annoying!!!
kenapa ga coba menanggapinya dengan kepala dingin!!! emosional....
you're my friend, i just don't want to loose a friend because of misunderstanding..
I hope you'll be understand soon or later
and everything become normal soon or later
Gomenasai....

Thursday, May 10, 2007

Ironi Demokrasi, Belajar Dari Turki


Boleh saja saat ini kita menganggap demokrasi adalah paham yang ideal diterapkan di dunia. akan tetapi, sudah selayaknya pula kita membuka mata tentang realitas pelaksanaan demokrasi yang jauh dari keindahan konsepnya. Turki telah memberi dunia pelajaran, akan betapa represifnya demokrasi.

Turki, negara sekuler modern yang didirikan oleh Mustafa Kemal Attaturk pada tahun 1923, telah mengalami pasang surut dalam pelaksanaan demokrasinya. Kudeta militer 3 kali terjadi demi mempertahankan nilai – nilai secular Turki. Kudeta terakhir terjadi tahun 1997, saat pemilu Turki dimenangkan Partai Refah yang berafiliasi terhadap Islam. Pada akhirnya, mahkamah konstitusi membubarkan Partai Refah dan melarang aktivitas politik pimpinannya, Necmettin Erbakan.

Kini situasi politik turki kembali memanas. AKP, yang merupakan kelanjutan dari Partai Refah dengan paradigma baru yakni menerima konstitusi modern dan lebih moderat, memenagkan pemilu turki tahun 2002. Titik kulminasi suhu politik itu terjadi saat Turki harus memilih presiden baru tahun 2007 ini. Calon Presiden yang diajukan oleh AKP ditolak oleh kaum sekuler karena afiliasi mereka dengan Islam dikkhawatirkan akan mengubah dasar sekuler negara Turki.

Sebenarnya, bila menilik mekanisme pemilihan presiden Turki, AKP bisa saja memenangkan pemilihan tersebut. Seorang calon presiden akan menjadi presiden bila mengantongi dua pertiga suara di parlemen. Bila itu tidak dicapai, maka diadakan putaran ke dua dimana calon yang mengantongi suara terbanyak maka akan jadi presiden. Sebagai pemenang pemilu, AKP memiliki suara mayoritas di parlemen, dan tentu saja untuk menggolkan calonnya menjadi presiden bukanlah hal yang sulit. Akan tetapi, melihat situasi politik yang semakin memanas, calon presiden dari AKP, Abdullah Gul, menarik diri dari pencalonan.

Memanasnya situasi politik di Turki disebabkan oleh kekhawatiran dari kamun sekular terhadap AKP dan orang – orangnya yang pro islam. AKP dikhawatirkan akan mengubah dasar sekularisme negara Turki dengan konsep Islam. Walaupun AKP telah menyatan loyalitasnya terhadap konsep sekuler Turki dan berkomitmen mendukungnya, tak serta merta menghapus kekhawatiran kaum sekular tersebut. Pada akhirnya, konflik politik pun terjadi.

Sebuah Ironi
Konflik politik di Turki menyisakan ironi tersendiri bagi demokrasi. Dalam realitas politik Turki, demokrasi jelas hanya menjadi milik golongan tertentu saja dalam hal ini adalah golongan sekuler. Adapun golongan lain, dalam hal ini adalah Islam, yang telah menyatakan mendukung sistem sekuler Turki tidak diberi kesempatan yang luas dalam pemerintahan.

Dalam hal ini, kaum sekuler bertindak terlampau emosional dan paranoid dalam menghadapi realitas demokrasi di Turki. Fakta lapangan tak bisa dipungkiri bahwasanya Turki telah berkembang jauh lebih pesat pada saat pemerintahan PM Erdogan yang berasal dari AKP daripada saat pemerintahan sebelumnya yaitu pemerintahan koalisi. Dari sini jelaslah komitmen AKP dalam membangun dan memajukan Turki.

Memang yang jadi permasalahan adalah benturan islamisme dengan sekularisme dalam kultur demokrasi Turki. Benturan ini hampir selalu diakhiri oleh kudeta oleh militer yang memang berperan sebagai penjaga nilai – nilai sekular. Memang dalam demokratsi, kudeta militer adalah langkah yang tidak terpuji, namun dalam perpolitikan Turki, hal ini telah menjadi sesuatu hal yang lumrah.

Secara logika memang Islamisme tidak bisa bersanding dengan sekularisme. Dan kini benturan keduanya benar – benar berlangsung secara terbuka di Turki. Hanya saja yang harusnya dijadikan pertimbangan dari kubu sekuler adalah bagaimana pernyataan mendukung sistem sekuler oleh AKP dan implementasi di lapangannya. Bila melihat sepak terjang PM Erdogan di pemerintahan yang tidak mengikutsertakan istrinya yang berjilbab di acara kenegaraan, begitu pula mentri – mentri AKP yang lainnya, apakah tidak cukup untuk membuktikan AKP mendukung sistem sekuler?

Harusnya, pertentangan semacam ini tidak boleh terjadi di negara demokrasi. Bagaimanapun juga sebuah sistem kenegaraan menghendaki yang terbaik bagi rakyatnya. Maka apabila suatu pemerintahan berhasil mendatangkan pelayanan yang baik bagi rakyat, hendaknya disambut dengan itikad baik dan tangan terbuka. Selama penyelenggara pemerintahan tersebut memiliki komitmen terhadap konstitusi, mengapa tidak memberi kesempatan yang lebih luas pada mereka ?

Yang harus menjadi bahan kontemplasi adalah apakah pemaknaan demokrasi sudah jauh dari kepentingan rakyat ? sehingga yang terjadi adalah pertentangan politisi yang berasal dari dua kubu berbeda yang malah memperburuk keadaan. Pada akhirnya, rakyat kembali menjadi tumbal demokrasi. Maka dari itu, langkah PM Erdogan untuk menggelar pemilu yang dipercepat serta mengajukan amandemen konstitusi berupa pemilihan presiden langsung oleh rakyat, adalah sebuah langkah yang tepat untuk mengembalikan kekuasaan tertinggi kepada rakyat. Sehingga, rakyat bebas menentukan kemana arah masa depan dirinya dan negerinya.

Pembelajaran Bagi Indonesia
Kisruh politik Turki bisa menjadi sebuah pembelajaran demokrasi di Indonesia. Secara konstitusi, Indonesia adalah lahan yang tepat bagi tumbuh suburnya berbagai macam faham kecuali komunisme tentunya. Sehingga, rawan sekali munculnya stigma – stigma tertentu pada suatu kelompok yang pada akhirnya mengerdilkan makna demokrasi itu sendiri.

Selama kelompok yang menganut faham tertentu kecuali komunisme tersebut berkomitmen pada NKRI, maka biarkan mereka membuktikan keloyalannya pada Republik. Dan hal ini ditunjukkan oleh kiprah nyatanya dalam pembangunan, bukan dari stigma – stigma yang beredar di masyarakat.

Pada akhirnya kita dituntut dewasa dalam berdemokrasi. Kedewasaan dalam berdemokrasi ditunjukkan dengan kefahaman kapan harus naik ke pemerintahan, dan kapan harus turun dari pemerintahan. Sebenarnya, ada parameter yang pas untuk menilai kelayakan dalam pemerintahan ini, yaitu prestasi. Apabila track recordnya bagus, maka silakan tetap di pemerintahan, bila tidak sebaiknya keluar.

Kesimpulan
Ironi yang terjadi pada pelaksanaan demokrasi di Turki lebih diakibatkan pada kekhawatiran yang berlebihan. Dimana para pelaku politik lebih melihat latar belakangnya, bukan prestasi politik dan pemerintahannya. Pada akhirnya yang bermain disini adalah isu – isu dan stigma – stigma menjatuhkan yang berakibat konflik politik. Sehingga pada akhirnya demokrasi seakan – akan hanya menjadi milik beberapa kelompok saja. Maka dewasalah dalam berpolitik. Akui keberhasilan, jadikan pemicu untuk berprestasi lebih dalam melayani rakyat.
Irisan...
harus dicari untuk tetap menjaga
kepentingan diri dan orang lain
I've found It!!
my God
let's Dream again!!!
Mempertanyakan Kepemimpinan dalam Pendidikan


Bila masih hidup, Ki Hajar Dewantara mungkin akan bersedih. Bagaimana tidak, sistem pendidikan Indonesia yang dirintisnya kehilangan jiwa dan semangatnya. Pendidikan yang notabene adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dimana Pendidikan sendiri meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Kini tak lebih dari sekedar sebuah jenjang untuk meraih keuntungan materialis dimana paradigma yang berlaku adalah semakin tinggi pendidikan, maka akan semaikn mudah mendapatkan pekerjaan bergaji besar. Pendidikan kita mengalami disorientasi.
Masalah krusial sistem pendidikan kita sebenarnya adalah masalah orientasi. Disinilah seharusnya pemerintah sebagai pemimpin bangsa harus memainkan perannya. Belajar dari China, yang membuat kredo pendidikan yang begitu visioner namun tetap membumi.
The tasks for China's reform, development and stability in 2005 are quite difficult and arduous. We must follow the leadership of the Party Central Committee with Comrade Hu Jintao as General Secretary, hold high the great banners of Deng Xiaoping Theory and the important thought of Three Represents, and comprehensively implement a scientific outlook on development. We must work hard with one heart and one mind in a down-to-earth manner to attain the targets and tasks for national economic and social development in 2005.
Orientasi pada kredo pendidikan China diatas begitu jelas dari penggalan tulisan yang berjudul Principal Tasks and Measures for Economic and Social Development in 2005 ini, mengimplementasikan pendekatan sains dalam pembangunan. Satu aspek psikologis yang juga disertakan adalah semangat kebersamaan dalam satu komando kepemimpinan nasional. Penggalan diatas, selain menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menggarap aspek pendidikan, juga membuktikan adanya kesamaan filosofi kebangsaan di diri setiap pemimpin lintas periode kepemimpinanya.
Bandingkan dengan tujuan perguruan tinggi Indonesia yang tercantum dalam PP no 61 tahun 1999 tentang pendidikan nasional.Tujuan Perguruan Tinggi adalah :a. menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian;b. mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/ atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional;c. mendukung pembangunan masyarakat madani yang demokratis dengan berperan sebagai kekuatan moral yang mandiri;d. mencapai keunggulan kompetitif melalui penerapan prinsip pengelolaan sumber daya sesuai dengan asas pengelolaan yang profesional.

Bagaimanapun juga, kepemimpinan pemerintah dalam aspek pendidikan.adalah sebuah keniscayaan. Sebab pendidikan adalah sebuah tools untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan wahana penyaluran kompetensi keilmuan. Tentu saja seharusnya pendidikan memiliki tujuan yang terarah sesuai dengan tujuan pembangunan yang diusung pemerintah dalam 5 tahun masa kepemimpinannya.

Kita bisa berkata, pemerintah saat ini tidak memiliki tujuan pendidikan yang terarah. Pengimplementasian BHMN dan BHP adalah sebuah fakta nyata kekurangseriusan pemerintah sebagai pemimpin dalam mengelola pendidikan. BHMN dan BHP memang memberikan otonomi luas pada perguruan tinggi, namun bukan berarti perguruan tinggi boleh menentukan sendiri tujuan pendidikannya. Yang terjadi sekarang adalah tidak adanya tujuan spesifik pemerintah perihal sinergisasi pendidikan dengan pembangunan sehingga perguruan tinggi mengarahkan lulusannya sejalan dengan kebutuhan industri. Maka jangan heran bila kasus brain drain menjadi sebuah kelaziman dalam dunia pendidikan kita.

Kepemimpinan pemerintah dalam pendidikan juga semakin dipertanyakan kala untuk merealisasikan angka anggaran pendidikan 20 % saja sulitnya minta ampun. Pada akhirnya semuanya berujung pada sebuah pertanyaan apakah pendidikan yang notabene adalah investasi jangka panjang dikesampingkan pemerintah dalam pembangunan 5 tahunnya ? sebab hasil pendidikan ini mungkin tidak akan muncul dalam 5 tahun masa kepemimpinannya, bisa jadi efeknya baru terasa 10 atau 15 tahun kemudian. Akibatnya, untuk mengejar suara guna memperoleh kekuasaan periode depan, pemerintah lebih memfokuskan pembangunannya pada sektor – sektor yang memberikan efek instant seperti ekonomi sehingga menaikkan popularitasnya, dan melupakan aspek fundamental yaitu pendidikan sendiri. Sangat pragmatis.

Urgensi Kepemimpinan dalam Pendidikan
Kepemimpinan bisa jadi melahirkan pendidikan, pun juga pendidikan mampu melahirkan kepemimpinan. Namun, kita tidak bisa memungkiri bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin adalah elemen penting dalam usaha untuk membuat sesuatu. Maka dari tesis diatas bisa ditarik hipotesis bahwa kepemimpinanlah yang berperan membuat pendidikan ke arah yang lebih baik atau sebaliknya.

Maka dari itu, untuk menghasilkan sistem pendidikan yang berkualitas, kepemimpinan yang berkualitas mutlak harus terpenuhi terlebih dahulu. Untuk mengetahui sejauh mana kualitas kepemimpinan, bisa dilihat dari cara pandangnya terhadap sesuatu, seperti pendidikan. Seorang pemimpin,akan lebih memerhatikan aspek manusia daripada sistem. Selama ini pemerintah lebih sibuk mengutak – atik sistem pendidikan namun tidak memiliki pengaruh apa – apa terhadap fakta di lapangan. Kita pernah mengalami sistem CBSA, KBK, entah apa lagi di kemudian hari. Lantas, adakah perubahan yang terjadi selain nama ? adakah peningkatan kualitas pendidikan kita ?

Dari aspek manusialah sebuah kepemimpinan berangkat, pun juga dalam sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia adalah manajemen pendidikan ala amerika. Bila cocok diterapkan di Indonesia, maka tak akan jadi masalah. Yang terjadi, justru ada ketidakcocokan dalam kultur sosial yang fundamental yaitu aspek hubungan antarmanusianya. Manajemen pendidikan yang bertumpu pada individu ala amerika berbenturan dengan keutamaan hubungan interpersonal dalam pola laku kehidupan bangsa Indonesia. Maka dari itu, kefahaman tentang aspek manusia dari suatu bangsa harus dimiliki oleh pemimpin sehingga mempu menghasilkan sistem pendidikan yang sesuai dengan kultur sosial bangsa.

Satu hal lagi yangf harus dimiliki pemimpin adalah kepemilikan ide dan kefahaman teknis implementasinya. Ide seorang pemimpin dalam pendidikan akan menjadi tujuan pendidikan selama masa pemerintahannya, akan menjadi kredo pendidikannya, sedangkan kefahaman teknis akan memberitahunya perihal jalan yang harus ditempuh untuk realisasi idenya. Yang harus dipertanyakan pada pemerintah sekarang ini adalah adakah ide yang mereka miliki tentang pendidikan, dan bagaimana jalan yang harus ditempuhnya ? namun dari jawaban pemerintah dengan BHMN, BHP, dan KBK serta hasil yang diperoleh, nampaknya sudah jelas jawabannya, belum berjalan baik.

Kesimpulan
Pada akhirnya, kepemimpinan memegang peranan penting dalam mengorientasikan pendidikan sebagai sebuah wahana nation building. Tentunya ini membutuhkan pemahaman yang mendalam dari pemimpinnya tentang karakteristik dan kondisi rakyatnya. Mustahil seorang pemimpin memimpin rakyatnya bila tidak mengetahui karakteristiknya, dan mustahil pula rakyat akan terpuaskan dengan pelayanan pemimpinnya bila pemimpin tidak tahu apa yang sesuai dengan rakyatnya.

Pemerintah saat ini haruslah banyak berkaca, apakah kebijakan pendidikannya didasarkan pada kefahamannya pada kondisi rakyat ? ataukah hanya sekedar aksesoris supaya terlihat telah bekerja ? keseriusan pemerintah dalam pendidikan sekali lagi tidak dilihat dari program apa yang diluncurkan, namun mampukah pemerintah menyalurkan visi pendidikannya kepada rakyat. Mengarahkan biduk pendidikannya dengan orientasi pembangunan jangka panjang. Rakyat bagaimanapun masih menunggu kiprah pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, entah samapi kapan....













Wednesday, May 09, 2007

Kehilangan impian........

mengalaminya adalah sebuah hal terburuk
namun sejuta hikmah ada disekitarnya
kala keinginan pribadi terbentur
maka diri harus berpikir melakukan tindakan yang dibutuhkan
bukan diinginkan
kalau aku bisa
maka aku bisa menanggalkan atribut egosentris diri
menjalani kehidupan altruistik
untuk sebuah cita - cita
aku tahu...inilah jalan hidupku
sarat paradoks yang penuh pembelajaran
akan arti sebuah KONSISTENSI dan INTEGRITAS
bukan sekedar INTEREST dan OPPORTUNITY
kejengahan yang akan ada batasnya
saat diri menemukan momennya untuk berbuat
aku boleh kehilangan mimpi pribadiku
tapi tak boleh umat ini mengalaminya
kehilangan mimpi bukan berarti kehilangan kesempatan
untuk mendistribusikan mimpi
akan selalu ada harapan
jika ada sebuah cita - cita
jika ada sebuah tekad
dan jika ada sebuah konsistensi
akan selalu ada
aku yakin...................................
Paradoks Hidup (Lagi)
"Emang masuk harus bayar berapa ?" aku bertanya perihal uang yang harus dibayar buat masuk ke akademi polisi
aku tidak akan merasa ini semua adalah sebuah paradoks, sekiranya uang yang dimaksud bukan uang pelicin.
"120 juta",
dilematis memang, memilih antara masa depan dan idealisme untuk hal - hal semacam ini. at least aku hanya bisa menghibur diriku, yang penting bukan aku..tapi artinya aku egois
aku udah bilang kalo aku ga sepakat dengan hal - hal seperti itu, tapi dia berkata, tanpa hal semacam itu akan sangat mustahil.
aku semakin benci kepada dunia...tapi semakin ku membenci dunia, semakin benci pula aku dengan diriku sendiri
wahai diri..aku ingin berdamai, supaya aku bisa berdamai dengan dunia..

Saturday, May 05, 2007



1998....7 tahun yang lalu peristiwa reformasi terjadi

jujur, melihat reformasi saya teringat cerita nabi musa. saat musa menentang kesewenang - wenangan fir'aun, mengadakan sebuah gerakan pembangkangan melawan kekuasaan. banyak airmata yang tumpah, banyak darah terburai. memang untuk menghancurkan peradaban, harus melalui penyakit - penyakit akut yang menggerogoti peradaban tersebut laiknya rayap. penyakit itu akan terus melukai dan secara kontinu menghabiskan darah kehidupan peradaban itu. pada akhirnya tanpa sadar peradaban tersebut jatuh tersungkur. maka itulah yang harus dibuat pada masa ini, kesewenangan, kezhaliman harus terus kita gerogoti. kitalah penyakit - penyakit bagi peradaban barbar ini. sekecil apapun sakit yang kita buat, maka ada kontribusi perih yang bisa kita sumbangan, maka jadilah orang yang gelisah ini, jadilah penyakit peradaban zhalim

Internet Asrama....
Alhamdulillah di asrama udah ada internet, jadi bisa gampang akses dan dapet banyak info..terutama paper tentang HVDC. insya Allah ini akan jadi topik TA saya

Tuesday, May 01, 2007

2


Angkot menuju kota ini berjalan pelan banget! Hatiku udah kesel banget ama sopir angkotnya.
Pelajaran pertama !, kalo berangkat sekolah, cari angkot yang penuh supaya cepet nyampe.
Aku ngeliat jam tanganku, 6.15. lima belas menit lagi aku harus sudah sampai ke sekolah. Aku mulai tidak nyaman di angkot, lebih – lebih aku merasa malu memakai celana pendek SMP. Aku bertubuh tinggi, diatas rata – rata anak seusiaku, jadi celana SMP ini membuat bagian pahaku agak sedikit kelihatan. Oleh karena itu aku memilih duduk paling belakang.

Aku teringat cerita Maman, putera Bu Marni tetanggaku yang sekarang kuliah di IKIP Bandung. Maman cerita kalau kakak angkatannya di SMA 1 Cirebon pernah ada yang dikirim ke olimpiade fisika Internasional di Italia. Aku sangat antusias sekali mendengarnya. Ke luar negeri, ikut lomba, apa ga hebat tuh!

Kini aku sekolah di sekolah yang sama, dengan bekal prestasi yang bagus lagi. Diriku adalah pemegang NEM tertinggi yang masuk ke sana! Aku juga agak sedikit kaget ketika menyadari bahwa aku bisa meraih prestasi tersebut. Prestasi belajarku biasa – biasa saja, kelas 1 aku tidak beranjak dari ranking 5. kelas dua posisiku tidak berubah banyak, ranking 4. Kelas 3 adalah titik balik seorang fathi, di caturwulan pertama aku berhasil meraih ranking 3, cawu 2 ranking 2, dan cawu 3 ranking 1 plus NEM tertinggi. Sempat ada isu bahwa orangtuaku menyogok supaya aku dapet prestasi itu. Isu itu keterlaluan! Sebab mereka tidak tahu perjuanganku. Aku tahu dulu matematika adalah hantu bagiku, nilai raporku untuk matematika berkisar antara 7 dan 6. aku tahu ini kelemahanku, sehingga sebelum pra-Ebtanas, aku pernah satu hari penuh belajar matematika ! sampai – sampai karena buku yang aku pakai memakai kurikulum lama, bab yang sudah dipindah ke SMA turut aku pelajari juga! Bukan karena aku rajin, tapi memang aku tidak tahu selama kelas 1 dan 2 aku telah belajar apa saja !

Aku harus ikut olimpiade fisika juga!

Angkot yang aku tumpangi berhenti di depan sebuah gang. Seorang anak laki – laki berseragam SMP dan berambut cepak masuk dan duduk persis disampingku.
Angkot kembali berjalan.
Aku pikir anak ini bakal masuk SMA juga.
“mmm, mau MOS ya?” tanyaku
“iya,..”,
“dimana.?”,
“SMA 1 “,
“wah sama kita, kenalan dong. Namaku Fathi, Muhammad Fathi Firmansyah”,
“aku Bayu, Bayu adi prasetya, “,
“diterima di kelas mana? Kalo aku di kelas 1.1”,
“aku di kelas 1.3, ga jauh – jauh amat kan?”, bayu nyengir, lesung pipitnya menyajikan ekspresi ramah sang pemiliknya
pembicaraan kami berdua pun mengalir. Bayu barangkali adalah orang yang pertama kali aku kenal selain teman satu sekolahku dulu di SMP
angkot akhirnya sampai di Jalan Kartini, tinggal belok sedikit di ruas jalan Dr Wahidin, dan SMA 1 Cirebon sudah deket.
Sosok bangunan putih kecoklatan menjulang. Tingginya 2 lantai. Anak – anak baru terlihat berlarian. Anak – anak cewek rame banget dandanannya, kepang 3 diikat dengan pita warna warni. Yang cowoknya dandanannya cepak abis.
6.25, waduh, lima menit lagi harus udah ada di dalem sekolah nih!
“Bay, lari yuk..”,
“hayo deh, buruan”,
kamu berdua lari – lari kecil, tampak dari jauh udah ada panitia yang melihat kami
“hei buruan, baru masuk udah telat. Bisa disiplin ga sih!”,
satu persatu tampang – tampang galak kulewati. Sosok berkacamata dengan belahan rambut belah tengah yang amat rapi. Sosok lelaki gemuk tinggi. Sosok laki – laki yang pasang tampang sangar, agak gemuk, item, berkacamata. Aku ga peduli, yang penting bagaimana bisa sampai di dalem secepat mungkin!
Akhirnya...sampai juga di dalem gedung. Tinggal nyari kelas deh, tak kusadari aku terpisah dengan Bayu, rupanya pas lari tadi aku ga nyadar terpisah dengannya. Sendirian deh,
“mas, kelas 1.1 dimana ya?”,
“1.1 ? naik tangga, lalu cari ruang yang paling ujung,”,
“makasih mas”,
aku segera lari menaiki tangga dan akhirnya kujumpai kelasku.
Aku masuk, tiba – tiba seorang panitia menanyaiku
“dik, kelas berapa ?”,
“1.1 kak”,
“nomor siswanya berapa ?”
“0001016” jawabku sambil mengeluarkan kartu siswaku
“OK, ruangnya udah bener, cari nomor meja yang sama dengan 3 buah angka terakhir nomor siswamu ya”,
sosok panitia laki – laki bertubuh tinggi dan agak gemuk itu lantas berlalu. Aku pun segera masuk ke kelas
nomor 016, yah depan meja guru...satu bangku yang agak tak kusukai. Aku memang suka duduk di depan, tapi bukan di depan meja guru. Aku merasa ga bebas aja.
Bel berbunyi.
“yak anak baru, semuanya turun, mau upacara dulu, Muhammad Fathi Firmansyah mana ?”,
aku mengacungkan tanganku
“Ikut saya ke ruang wakasek ketemu pak Fajar”,
Baru pertama, aku udah masuk ruang wakasek, ga banget sih. Ruang guru juga adalah salah satu ruang yang tidak aku sukai selain WC selama aku sekolah di SD dan SMP. Aku merasa kaku dan ga nyaman saja berada disana.
“Pak, ini siswanya”, kata kakak kelasku, ia lantas meninggalkanku sendiri
bagus aku ditinggal sendiri di sini
kuperhatikan sekelilingku. Seorang guru berperawakan tinggi botak lagi baca koran di sofa. Sosok guru bertubuh kecil, berambut jambul, dan berkumis lebat tampak tenggelam di mejanya.
“Muhammad Fathi Firmansyah, bener?”,
seorang guru berperawakan tinggi dengan kumis tipis dan mata agak sedikit melotot menghampiriku.
Sangar juga tampangnya
“bener, pak”,
“gini Mad, oiya, kamu dipanggil Muhammad, Fathi, Firman, atau apa?”,
“fathi pak”,
“gini, nanti pas upacara ada acara simbolis penerimaan siswa baru. Nah nanti kamu sama perwakilan dari siswa baru wanita, jadi wakilnya. Berhubung kamu yang masuk ke sini dengan NEM tertinggi jadi kamu yang dipilih, sama yang perempuan juga”,
wow, awal yang bagus
“Assalamualaikum”,
sosok perempuan bertubuh pendek dengan rambut yang pendek juga masuk. 3 untaian pita di rambutnya terlihat sangat dipaksakan, dan ini bikin tampangnya agak sedikit culun. Matanya yang agak sipit melihat sekeliling ke kantor guru. Ketika dia berdiri di sampingku, aku nyaris tersenyum, bagaimana tidak, tingginya cuma sepinggangku. Emang sih aku tinggi, tinggiku sekitar 168, jauh lebih tinggi dari anak – anak sebayaku, bahkan sama tingginya dengan Pak Fajar.
“waalaykum salam, nah Diah Larasati bukan”,
perempuan bertubuh agak pendek itu mengangguk
pak Fajar lantas menjelaskan sebagaimana yang ia jelaskan padaku
kami lantas dibawa ke lapangan dan dibariskan agak terpisah, dibelakang pasukan pelaksana upacara.
Sebuah awal yang bagus bagiku, tapi entah mengapa tiba – tiba aku merasa terbebani...
Aku harus belajar giat.....
aku harus berprestasi.....
1


Hari pertamaku masuk SMA nih, duh rasanya deg – degan banget. Gara – gara MOS sih. Aku alergi banget ama kata ini.
“fathi, papan namanya udah dimasukin belom ke tas ? lalu apa lagi yang kurang ? “
suara mama terdengar nyaring dari dapur. Aku menarik nafas panjang. Aku yang mau ikut MOS, kok mama yang repot. Aku melongok isi tas ku.
Makan siang, buku perkenalan panitia, papan nama dari karton, buku materi, alat tulis. Lengkap, tunggu topi belom ada nih.
“udah semuanya lengkap ma, tinggal topi SMP aja, mama liat ga ?”
“tuh diatas kursi di meja makan, mama udah siapin plus sarapan juga. Cepet sarapan, ntar telat kena hukum lagi “,
“iya, nanti bentar lagi”,
aku memperhatikan potongan rambutku di cermin. Pasrah. Rambutku cepak abis, biasalah ketentuan dari panitia. Tapi aku tetep ganteng kok, setidaknya buat diriku sendiri he..he..he...
“Im, kamu belom mandi juga ? bukannya kamu juga ada MOS ?” suara mama kembali terdengar nyaring
“nanti ma, makan dulu, lagian sekolahnya deket ini”,
si Imran juga masuk SMP sekarang, walaupun dia selisihnya dua tahun dariku, dia sekolah saat berumur 7 tahun, berbeda denganku yang mulai sekolah dari umur 6 tahun
ia sekolah di SMP 2, berbeda denganku yang bersekolah di SMP 1. ia memang tidak secerdas diriku.
Suapan demi suapan nasi jamblang masuk mulutku. Sejenak kulihat ada yang tidak biasa hari ini, seonggok tas wana merah muda ada diatas meja, tas perempuan.
“fat, liat kesini dong, liat nih adikmu”,
Devi tampak tersenyum manja sambil memeluk mama,
Oiya, aku baru ingat Devi masuk TK hari ini
“waah, adikku udah gede nih, udah sekolah. Mas sun dulu dong”,
saat hidungku mendekat eh si devi malah menampar pipiku, aku sampai kaget dan hampir jatuh! Mama dan Imran tertawa, tak terkecuali diriku
“Bapak mana ma?”, Imran tiba – tiba mengingatkanku akan ketiadaan bapak
“biasalah, masih tidur. Kayak ga biasa aja”,
“ga nganter si Devi”, tanyaku
“biar mama aja, ya ga Dev”,
Devi mengangguk kecil, sambil tersenyum
“ntal beli es klim ya ma”, kata devi polos
“Bagi – bagi dong, aku juga dikasih ya ma”, kata Imran
“Ndak boleh, bang imlan jelek kaya bebek. Buat depi aja ya ma”,
mama Cuma tertawa. Yah devi memang obat stress yang mujarab bagi mama.
Mama memang rawan sekali terkena stress. Semenjak hubungannya dengan bapak jadi kurang harmonis
Bapak pun makin parah, sekarang hubungannya dengan istri mudanya masih berlangsung. Tapi, kalo dirumah dia berlagak tidak terjadi apa – apa. Tidak merasa bersalah pun pada kami, bahkan ia berlaku layaknya resi di rumah. Sok suci, begitu yang sering aku pikirkan.
Yang agak melegakan, akhirnya mama mau cerita padaku tentang keadaan keluarga setelah ia menilai aku sudah cukup besar untuk tahu masalah ini. Mama cerita ini sekitar 2 tahun yang lalu, saat aku kelas 2 SMP.
“fath, mama rasa mama udah ga bisa nyembunyiin lagi dari kamu”,
aku tahu saat itu bahwa inilah saatnya aku tahu semuanya dari mama. Namun saat itu aku memutuskan diam mendengarkan
“kamu tahu fat, bapakmu itu punya istri muda. Cantik, dia tinggal di Indramayu”,
mama menarik nafas panjang sebelum kembali melanjutkan ceritanya
“ini udah lama terjadi, sejak kamu masih SD, 2 tahun sejak bapakmu diangkat jadi manajer keuangan di kantor. Saat mama sedang hamil Devi, bapakmu udah suka kehidupan malam. Pertama, mama juga sempet ga percaya tapi mama emang udah punya perasaan ga enak terutama sejak bapakmu mulai sering pulang malem sambil mabuk”,
dilematis memang, mendengar sesuatu yang semenjak dahulu aku curigai namun aku hanya diam
akhirnya aku angkat bicara
“sebenernya, fathi juga udah menduga hal itu ma, fathi tau dari kalender yang mama coret – coret”,
mama terkejut,
“yang bener!”,
“iya ma, udah sekarang lanjutin aja ceritanya”,
“ini merupakan yang keempat dia berhubungan dengan wanita lain, sebelumnya ia sempet punya hubungan dengan orang siliwangi, lalu dia selingkuhin istri temennya yang sedang dalam proses cerai dengan suaminya. Lalu dia selingkuh ama orang kuningan, dan yang terakhir ama orang Indramayu ini”,
aku kaget, aku kira Cuma dengan satu wanita! Bener – bener keterlaluan !
“saat itu mama merasa benar – benar hancur, sempet mau ngajuin cerai sama bapak kamu. Tapi, mama ga mau kalian ngalamin hal yang sama kayak bapakmu pas masih kecil, kamu udah tau gimana bapakmu pas kecil ?”,
“ bapak ditinggal mati ibunya pas masih kecil, terus kakek kawin lagi danBapak punya ibu tiri”, jawabku singkat.
Aku tak tahu sejarah bapak kacil kecuali hal diatas. Yang kutahu, ibu tirinya, nenekku, baik. Beliau dan anak – anaknya sering kesini kalau lebaran dan aku tentu saja dikasih duit angpaw. Terus, aku juga pas kecil suka kesana, soalnya dulu aku sering dibawa mama ke posyandu dan posyandunya di depan rumah nenek. So nothing wrong lah
“setelah ibu kandungnya bapak. Nek Dewi meninggal, kakek kawin lagi dengan Bu Siti. Bu Siti kurang sayang ama bapakmu, sehingga bapakmu diasuh oleh Mbok Rini. Nah, oleh Mbok Rini, bapakmu itu amat dimanjakan, tak pernah disuruh, tak pernah dimarahin, semua permintaannya diturutin. Akhirnya kebawa sampe sekarang. Setiap ada orang ngasih nasehat ke dia, dia ga nerima. Termasuk mama. Dan kalo dilarang, dia juga ga nerima. Mama pernah ngelarang beliau minum minuman keras, eh dia malah bilang mama kayak Bu Siti, ibu tirinya. Jadi sayang atau hormat dimata bapakmu tuh, ya..ngebiarin dia ngelakuin apa yang ia mau. Nah mama ga pengen anak mama kayak gitu. Mama juga ga pengen anak - anak ngelakuin hal yang sama kalo punya istri nanti. Cukup mama aja, mama pengen mutus mata rantai ini”,
mata mama tampak berkaca – kaca
saat itu, aku tak sanggup berkata – kata. Lidahku kelu, hatiku sakit.

sejak itu aku tahu banyak tentang keluargaku dan mulai jadi tempat mama curhat.
Tapi ada sesuatu yang tumbuh bersamaan dengan itu
Ketidaksukaan, kebencian, kemarahan

“Ma, udah jam enam, fathi mau berangkat. Naik angkot ke kota kira – kira 15 menit. Fathi harus nyampe sebelum setengah tujuh”,
“Oiya, ini uang sakunya”,
mama lantas keluar dari kamar sambil menyerahkan uang lima ribuan
“fathi berangkat ma”,
aku mencium tangan mama
“assalamualaykum”,
“wa alaykum salam, jangan lupa berdoa”,
kuambil tas dan topi SMPku. Segera kepakai sepatuku
“Bismillahi Tawakkaltu Alallahi Laa Hawla Walaa Quwwata Ila Billah. Radhiitu Billahi hi Robba, wabil islaami Diina Wabimmuhammadi nabiyya wa rasuula. Rabbi zidni ‘ilma war zu’nii fahmaa” kulafadzkan dalam hati
itulah doa yang senantiasa kulafadzkan saat akan berangkat sekolah. Mama yang mengajarinya sejak TK dulu.

SMA 1 Cirebon, aku datang.......



Merangkai Serakan Mimpi
(sebuah novel tentang hidup)
PROLOG

“ Fathi, makan dulu nak “
Aku keluar dari kamar sembari membenarkan baju seragam SD ku yang agak besar. Aku cukup tinggi, lebih tinggi dibandingkan dengan anak seusiaku. Tubuhku yang agak kurus berjalan agak gontai menuju ruang makan. Akhirnya, sampailah aku pada asal suara yang memanggilku, sosok perempuan yang tidak terlalu tinggi dan agak gemuk terlihat duduk di ujung meja makan sembari menyuapi adik kecilku, Devi, yang baru berusaku 3 tahun. Mulut adik perempuanku terlihat belepotan penuh bubur hingga ke pipi – pipinya yang tembem, lucu sekali.
“ susunya bikin sendiri ya, mama ga sempat buatin soalnya adikmu keburu bangun “, sahut mama ketika aku datang
aku urung duduk di meja makan, aku menghampiri lemari es yang tidak jauh dari meja makan. Kuambil kaleng susu bendera, dan kutuangkan ke gelas yang sudah disiapkan mamaku.
“ imran mana ma ?” tanyaku saat tak ku jumpai adik laki – lakiku yang hanya berselisih 2 tahun dariku.
“ masih tidur, biarin toh dia sekolah siang “ kata mama sembari melap pipi adik kecilku Tampaknya adik kecilnya telah selesai makan.
“ bapak mana ?” tanya aku,
“ masih tidur, baru dateng jam 3 malem tadi “
suara mamanya terdengar datar, ada nada yang berbeda dari suaranya.
Suapan demi suapan nasi masuk ke mulutku, namun pikiranku melayang – layang. Sudah sering bapakku pulang malam, tak sempat lagi melihatku berangkat sekolah semenjak kelas 4 SD. Sudah lama pula tidak ada jalan – jalan keluarga. Aku tak ingat kapan terakhir kali kita sekeluarga pergi jalan – jalan entah ke pantai, ke gunung, atau hanya sekedar makan bersama di restoran. Kini setelah 2 tahun berselang, tak jua ada perubahan, padahal aku pengen jalan – jalan ke gunung sambil makan sate atau bakar ikan, sudah lama sekali rasanya.
Tiba – tiba Aku teringat ucapan Udin, teman sebangkuku di kelas 5 setahun lalu,
“ Tih, tau ga, bapakmu tuh punya istri lagi tahu. Saya diceritain bapakku, bapakku dikenalin ama istri muda bapakmu “
aku ga percaya, sama sekali tidak. Toh aku udah cukup tahu si udin itu emang mulut besar plus tukang bikin gosip, lagian pas aku bertanya pada mama, mama bilang itu ga bener, malah bapaknya si udin justru yang punya istri muda. Aku jadi punya senjata buat ngebales si udin sialan itu.
Namun sebuah temuan membuatku berpikiran lain.
Sekitar enam bulan lalu, aku menjumpai rumah dalam keadaan kosong. Di gagang pintu cuma ada kertas bertuliskan
MAMA PERGI KE PASAR, KUNCI DI BI MARNI.
Aku lantas mengambil kunci di bu marni, tetangga depan rumahnya.
Aku buka pintu rumah, langsung ke kamar dan berganti pakaian. Ketika akan menuju meja makan, terlihat kamar orang tuaku agak terbuka. Kasur orang tuaku tampak berantakan, kertas dimana – mana, map surat – surat sampai kalender meja ada di kasur. Aku pun perlahan masuk untuk sedikit membereskan, tiba - tiba mataku tertumpu pada kalender meja itu. Kalender itu penuh coret – coretan. Hitam, hijau, biru, merah kombinasi tinta yang terlihat di kalender tersebut,
Maret, setahun yang lalu. Tulisan yang paling besarnya adalah
siapakah dia ?
Januari.
dia pulang malam lagi hari ini
Juni,
kurang apa aku ini sehingga harus ada dia?
jantungku semakin berdegup kencang, keringat dingin mulai membasahi dahiku yang agak lebar.
September,
HARI – HARI BADAI DALAM RUMAH TANGGAKU
aku terpaku pada tulisan itu, kubaca tulisan cakar ayam mama di setiap tanggalnya.
Ada perasaan kaget
Ada perasaan sakit.
Ada perasaan sedih.
Ada perasaan bingung.
Ada perasaan takut
Semuanya bercampur, aku tak tahu harus berbuat apa. Aku hanya anak kelas 6 SD
Suara becak terdengar datang ke palataran rumah, aku segera menempatkan kalender itu di tempatnya semula. Mama telah datang.
“Suapan terakhir, tinggal minum susu”, batinku. Segera saja segelas susu ku habiskan. Sudah pukul 6.30 aku harus berangkat sekolah. Ku cium tangan mamaku, tak lupa pula kucium pipi devi yang tembem.
“ ma, uang sakunya mana ? “
“ nih, seribu aja ya, mama ga ada duit lagi “
seribu bagiku lebih dari cukup, toh aku jarang sekali jajan di sekolah. Aku pertama kali jajan di sekolah saat kelas 4 SD, sebelumnya tidak pernah sama sekali. Tak heran uang tabunganku lumayan banyak, setidaknya menggoda si Imran buat nyolong sedikit – sedikit dari kantong seragamku. Biasanya uang tabunganku ku serahkan lagi ke mama. Makanya mama ga pernah ragu memberiku uang jajan tidak seperti pada adikku si Imran. Ia dikasih cuma lima ratus doang, plus pesen – pesen yang banyak kayak ga boleh beli es atau permen banyak – banyak.
Kulewati kamar orang tuaku. Bapak masih tidur, kakinya tampak menjuntai di ke lantai. Ia masih memakai celana panjang hitam dan kemeja kerjanya. Tampaknya ia lelah sekali.
Tiba – tiba ada hentakan dari dalam jiwaku, kebencian, kemarahan.
Muncul keinginanku untuk bertanya pada mama perihal kalender itu
Rasanya dadaku sesak, aku ingin tahu apa yang terjadi, sejelas – jelasnya
“ Ma.....”
“ ada apa tih, kok belum berangkat juga ? “
“ Assalamua’alaikum, Fathi berangkat “
“ wa’alaikum salam, ati – ati di jalan ya, belajar yang rajin katanya mau jadi dokter “
Aku pun segera berlalu
Akhirnya..buku itu terbeli sudah, setelah lama menanti saat memiliki uang. akhirnya saat itu tiba. buku 'Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim' nya Salim A. Fillah kemudian mengisi hari - hariku ke depan. mengais sedikit demi sedikit hikmah yang terkandung, mengumpulkan serakan - demi serakan ilmu yang tersebar laiknya bintang di dalamnya, dan mengengah dan memburu nafas ini saking hausnya akan siraman ruhiyah...subhanallah..

sungguh betapa berkesannya laqab Al Faruq dari Umar Ibn Khaththab, pemisah kebenaran dan kebatilan. jujur, saya sempat terpikir bila saya punya anak nanti, saya akan beri nama Syaifullah Muhammad Al Faruq, artinya pedang Allah yang terpuji, pemisah kebenaran dan kebatilan. nama yang indah.

buku ini luar biasa, ada ketajaman pikiran dipadu dengan kesegaran pengungkapannya. menjadi sebuah perjalanan kontemplasi diri yang dalam, menyelami hakikat eksistensi diri. menelisik sejauh mana diri ini telah berjalan, sembari terlintas rencana - rencana di masa depan. meluruskan kembali tujuan mulia sebagai seorang hamba yang berbakti pada Rabbnya. dan pada akhirnya, diri ini bercita, aku ingin berkata pada dunia, Isyhadu Bi Ana Muslimun, dengan lantangnya bakti dan kontribusiku bagi umat, itu saja.