Sunday, September 02, 2007
kembali dihadapkan pada dilema. baik..kondisinya memang menjepit. aku baru pulang dari kerja praktek, tanggal 1 september. kepulanganku disambut banyak tugas
1. bikin paper elektronika daya tentang hvdc
2. tugas mata kuliah perancangan yang harus membuat topik TA beserta batasannya
3. tugas mata kuliah teknik tegangan tinggi yang akan diserahkan senin tanggal 3 september.
hal ini diikuti pula oleh masalah
1. nilai ANUM belum keluar...dapet B, tapi ada kesalahan penulisan di DNA
2. ada yang aneh di jumlah sks lulus. saya menghitung bahwa saya telah lulus 107 sks, akan tetapi di tanskrip ditulis 103 sks..makanya mau menghadap ketua prodi dunno why
3. akibat dari di atas, saya tidak bisa mengambil TA 1, sehingga lulus kemungkinan maret 2009
4. mata kuliah PKIT bermasalah. kelas penuh sedangkan saya udah bolos 2 minggu. saya tidak tahu saya dapet jadwal seperti apa, saya harap senin (pas perwalian diwakilkan). kalo nggak apa boleh buat harus lobi ke dosen
5. PKN PPSDMS...ga ikut yaa keluar itu konsekuensinya.
so..
plan saya
"kerjakan tugas semaksimal mungkin. selesaikan masalah akademik secepat mungkin. apabila selasa tidak selesai..apa boleh buat. keluar ppsdms"
saya tidak ingin menyesal dalam pembuatan keputusan - keputusan saya. saya pikir inilah win - win solution. konsekuensi dan akibatnya siap ku tanggung...insyaallah!
Friday, August 17, 2007
Mengejawantahkan Nation and Character Building Melalui Pendidikan
Habiburrohman Fajarsyah
“Nation and Character Building”, doktrin inilah yang didengung – dengungkan Founding Father kita, Soekarno. Doktrin ini bukan sekedar orasi populis, namun beranjak dari kefahaman mendasar akan problem utama pasca kemerdekaan. Tak bisa dipungkiri, sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia membutuhkan kesamaan pandangan tentang bangsa dan karakter yang holistic sebagai bangsa. Hal ini amat fundamental sebab menyangkut kesamaan gerak, pandangan, dan pemahaman sebagai sebuah bangsa, bukan cluster – cluster kedaerahan.
Doktrin ini belum terlaksana dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari kencangnya aroma kepentingan pribadi dan golongan diatas kepentingan Negara di setiap aspek kehidupan. Contohnya di Papua, hukum Negara pun kalah oleh hukum adat misalnya dalam aspek kepemilikan tanah. Artinya hukum kita belum legitimate di seantero bangsa ini. Lantas, mau dibawa kemanakah bangsa ini ?. hal ini adalah persoalan yang krusial dan harus segera dicari solusinya sehingga bangsa ini tidak digerogoti penyakit dari dalam dirinya lebih akut lagi.
Selama ini pula pendidikan dipandang sebagai wahana yang tepat dalam pengejawantahan doktrin Nation and Character building. Namun, selama itu pula pendidikan kita berputar – putar tanpa arah yang jelas, gonta – ganti kurikulum dan metode, namun tidak mensolusikan hal yang esensi dan fundamental, Sinergi sebagai sebuah bangsa.
Ada beberapa hal yang ditengarai sebagai masalah yang dihadapi pendidikan kita dalam pelaksanaannya sebagai sebuah wahana nation and character building. Masalah yang paling erat kaitannya dengan pembentukan karakter bangsa adalah adanya antagonism media massa terhadap nilai – nilai pendidikan sendiri. Yang paling terlihat saat ini adalah bagaimana hembusan angin konsumerisme dan gaya hidup hedonis yang ditiupkan media massa seperti televise dan majalah – majalah yang lebih banyak dianut generasi bangsa ini daripada nilai – nilai produktivitas yang digawangi oleh institusi pendidikan. Hal ini menunjukkan betapa lemahnya kedudukan institusi pendidikan dalam membangun karakter rakyat apalagi bila berbicara dalam tataran kebangsaan.
Selain itu, hilangnya model – model pribadi pendidik di kalangan guru dan pemimpin kita pun turut berkontribusi pula dalam kegagalan pendidikan dalam menjalankan fungsinya sebagai wahana pembangunan karakter. Pada akhirnya rakyat kehilangan role model yang memadukan unsure – unsure kebaikan dalam kehidupan berbangsa. Hal ini menjadikan pendidikan terlokalisir di sekolah dan institusi pendidikan, tidak di seluruh aspek kehidupan, itupun dengan keberjalanan yang sedemikian kakunya.
3 aspek ejawantah
Maka dari itu, penting rasanya untuk menggagas kembali pengejawantahan pendidikan kita sebagai wahana nation and character building. Pengejawantahan tersebut haruslah sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia sehingga mampu membenahi karakter yang sudah ada dan memberinya warna baru. Karakter bangsa Indonesia yang paling menonjol adalah hubungan interpersonal yang baik antara sesame warga negaranya. Karakteristik ini kurang terbangun dan terberdayakan di pendidikan kita yang cenderung menggunakan system yang kaku dan rigid. Hal ini tentunya mengakibatkan keberjalanannya pun menjadi hambar. Kekurangan hal ini pulalah yang mengakibatkan sering pula terjadi tawuran antarsekolah, sebab para siswa tidak merasa bahwa sekolah adalah rumah keduanya karena hambarnya hubungan interpersonal antara pendidik dan peserta didiknya.
Kemudian, satu aspek penting dalam revitalisasi ejawantah pendidikan sebagai wahana pembangunan bangsa dan pembentukan karakternya adalah keselarasannya dengan potensi bangsa sendiri. Hal ini adalah hal esensial sebab memuat pengetahuan dasar dalam wawasan kewilayahan bangsa. Ini adalah hal yang mutlak harus terintegrasi sehingga potensi bangsa bisa terberdayakan dan pembangunan bangsa berjalan ke arah takdir bangsa tersebut. Mustahil kita membangun bangsa yang kita sendiri pun tidak tahu potensinya secara geografis. Contohnya, bangsa jepang, secara geografis mereka tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah, maka pemerintah mengarahkan pendidikannya kea rah industry dan teknologi rekayasa. Dan takdir jepang pun menemui momennya. Indonesia pun mampu seperti itu, lihatlah kekayaan alam yang melimpah ini membutuhkan otak – otak kreatif untuk mengelola dan mengeksplorasinya. Maka sudah selayaknya pendidikan kita ke arah sana.
Satu aspek terakhir dalam pengejawantahan pendidikan sebagai wahana character and nation building adalah pendidikan yang murah. Hal ini dimaksudkan agar pendidikan dapat dinikmati seluruh elemen bangsa sehingga kader – kader bangsa yang cakap tidak terbunuh. Ketika berbicara tentang pendidikan murah – apalagi gratis – sepintas hanya terasa seperti bermimpi. Namun apabila komitmen pemerintah kuat untuk mewujudkannya, pastinya hal ini bukan mustahil terlaksana.
Adapun tentang system pendidikannya, bisa mengambil contoh dari banyak Negara, misalnya Finlandia. Pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia, mampu mencerdaskan peserta didiknya bahkan ke penyandang keterbelakangan mental sekalipun. Dan apabila dicermati, rahasia pendidikan Finlandia adalah perhatian yang lebih kepada aspek personal perserta didik dibandingkan dengan mengutak – atik system pendidikan. Maka, sudah saatnya pendidikan ini diselaraskan dengan kepribadian bangsa Indonesia, sehingga mampu membentuk dan memperbaiki karakter bangsa.
Wednesday, August 15, 2007
in a moment I remember u
and all misunderstanding around us
somehow I remember u
the pain I felt coz u
realizing how pity u are
but I'm sure u're tough enough to walk on this path
I just want to ask forgiveness
for all misunderstanding
I understand what u feel
but
please, it is not right time...
just walk right now
coz between us
there is a destiny
let it chooses the best for us
becoz there is goodness beyond it
now, I just say to the destiny
I want to come home soon...
Tuesday, August 14, 2007
is it too painful ?
or am I a coward to face like this ?
a coward that often wondering when it would face an end
I don't want to be a coward
but I expect you act like a man
claim your mistakes
ask for forgiveness
such an ease for me
but why it is really hard for you?
seorang lelaki tidak hanya dilihat dari kerasnya ia bersikap
maupun betapa keukeuhnya ia dalam mempertahankan argumennya
tidak pula terlihat banyaknya penghormat-penjilat yang ada disekitarnya
tapi kelelakian seseorang pun dilihat dari kelembutannya dalam sikapnya
keterbukaan dan sikap dialogisnya dalam berargumen
serta ketegasannya pada garis kebenaran bukan kepentingan
aku manusia
rindu perbaikan dan kebaikan
Friday, July 20, 2007
feeling homeless in my house
feeling lonely in my family
suffering hate
resurrecting anger
that's what I know
by being a homeless in my house
home isn't building
home is somewhere my family, our family, should be in gathering together
fulfilling heart with love
hugging soul with security
telling the story of the world with faith
nothing disbelieve
nor betrayal
cos home is the place that every human soul looking for
the place that makes us complete
that's why I feel homeless
I have lost a home for my self, my mind, my heart, and my soul
I need love erasing hate in my heart
a hate to betrayal
a hate for losing sense of belonging to this family
a hate to LIE
a hate causing a pain of losing something which would've been one thing
that made me complete
made us complete
made this family complete
that feel ended in sacrificing
a sacrifice of a man's need, my need
need of a role model that teach how to maintain a family
maintaining bond of love in the family
need of a lesson how to trust, care, respect, and protect somebody
in a love frame
need of taking and giving love
loving and being loved
because at the end
the thing that really matter...is love
but there must be a pay from a sacrifice
a pay comes from my hope
hope comes from the way how I understand the pain of losing a home
a hope to create my own family, my own home
home that isn't big one
but warm one
that isn't costly
but softly
home that full of trust, love, faith, and empathy
home that can be a 'home' for the soul of the family
then
everything will seem perfect
-----------------------------------------------------19 juli 2007, kala mendengar berita itu--
Honestly, this was written when I hear something, and when I read this, I feel Scared. Scared with myself.how could I write this all? was it 'something' in myself exploding a mix of hate, anger, cry, hope, and all other miscellaneous things from my heart and mind?was it me with some stuff of algorithm from logical mind?but there are about feeling, irrational thing that rationalize the way human act.actually, I don't know.but surely,my heart felt comfort when I finished it.....
Thursday, July 12, 2007
adakah kejutan yang menanti di siang nanti ?
adakah seseorang yang merindukan hadir kita di hari ini ?
atau bisa jadi saatku adalah hari ini ?
masih mistericukup bergembiralah dan bersemangatlah
dan jadilah baru kembali
lebih baik lagidi setiap detiknya
karena aku, kamu, dan kita adalah hari ini
saat ini
di pagi ini
stagnan
lurus
mimpi
harapankah ?
mengapa kita harus berpikir ?
Setan
sesuatu dalam diriku tiba - tiba merangsek
kerjA
apa yang kau kejar
mengantuk
anugerah yang sering tidak disyukuri
Rehat
dan penat pun minggatlah
pekerja
sakit
rajukan tubuh yang kelelahan
rintihan jiwa yang jengah
sarana melihat dan merasakan
ngomong jorok
mengapa dianggap lucu ?
cantik
dan pria pun memujanya
mencintai
mencintai
mencintai
mencintai
waktu
kau yang mengejar
mencari jalan keluar bukan solusi
Wednesday, July 04, 2007
Oleh :
Amir Hamzah
Segera cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu
Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa
Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara dibalik tirai
Menunggu seorang diri
Lalu waktu - bukan giliranku
Matahari - bukan kawanku.
satu sms masuk...
ternyata dari my-beloved supervisor
he said that
"Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh, salah satu nikmat yang kita dapat di asrama adalah dikumpulkannya kita oleh Allah dengan orang - orang sholeh.semoga antum disana mendapati lingkungan yang sholeh., bahkan lebih sholeh. tapi jika tidak, tetaplah menjadi sholeh, bahkan ciptakan lingkungan sholeh dan ajak orang lain menjadi sholeh. salam dari bandung"
ketika kenikmatan itu hilang, maka kita baru menyadarinya...
tapi..itu justru akan membuat kita lebih menghargai nikmat itu, kala kita diberi kesempatan untuk merasakannya kembali..
semoga Allah memberi kesempatan kita untuk kembali berkumpul, dan bermahabbah kepadaNya
Uhibbukum fillah....
Saturday, June 23, 2007
personifikasi sub jurusan di elektro :
1. Power / arus kuat : GAGAH
kenapa gagah? karena melihat dari tiang - tiang yang menjualng tinggi terutama tiang SUTET. belum lagi yang idurusin pun ga macem - macem. arus tinggi dan tegangan tinggi, petir dan sebangsanya.
2. telekomunikasi : anggun
kenapa anggun? karena telekomuniksi ini berbicara tentang hal yang sangat eksotik yaitu informasi. lihatlah handphone anda, disana anda akan menemukan keindahan dari telekomunikasi
3. elektronika : Serius
kenapa serius ? bukan hanya karena mata kuliahnya susah, namun juga ngeliat alat - alat elektronik dan skematisasinya yang rujit, membuat subjur ini emang SERIUS
4. kendali : Berwibawa
lihat saja, bagaimana kendali ini mensinergiskan kerja dari anyak alat elektronika. mengkoordinasikan dan mengontrol tentunya pekerjaan yang berwibawa
5. Komputer : Luwes
hal ini didasari pada luasnya penggunaan komputer. hingga bisa diimplementasikan di segala bidang
6. biomedik : bersahabat
nah subjur ini memang berkutat pada alat elektrronika kedokteran. tentunya karena penggunaannya ini, maka biomedik pastilah memiliki sense humanity yang lebih.
gitu.....kembali berimajinasi liar
kerinduan akan hal tersebut kembali mengemuka...
kemudian mulailah berasa hal - hal aneh...tampak seperti futur, hanya saja rasanya berbeda. jika futur rasanya hanya males atau melankollik, tapi rasanya berbeda. entah, saya sulit menggambarkannya. kala saya membicarakannya dengan teman, ada banyak hal yang subhanallah baru saya ketahui. pertama, beliau berkata bahwasanya Al Quran memiliki sifat cemburu, artinya apabila kita telah terbiasa berinteraksi dengan Al Quran pada waktu tertentu, kemudian kita melewatkannya, maka akan timbul perasaan seperti kehilangan..
memang saat itu saya ngajar TPA, hingga setelah maghrib tidak berinteraksi kembali dengan Al Quran sampai Isya..
kemudian, bisa jadi perasaan itu pun diakibatkan oleh ingatan akan kebiasaan Shalat Dhuha yang mulai terlalaikan beberapa tahun yang lalu..
maka kembalilah memperbaharui diri...
banyak hal yang bisa diambil hikmah dan menjadi bahan kontemplasi untuk kehidupan pasca kampus nanti. di bandara, harga ojek amat sangat mahal, melangit banget!!yah bisa abis 50 ribu buat ngojek disana. pengalaman yang membuat miris adalah tentang kehidupan di sekitar bandara itu sendiri. dalam benak saya, lingkungan di sekitar bandara pastilah cukup sibuk dan agak metropolis, mengingat jarak yang tidak terlalu jauh dengan pusat lalu lintas baik dalam negeri maupu luar negeri. akan tetapi, kenyataanya tidak seperti itu. masyarakat sekitar pada umumnya berprofesi sebagai tukang ojek atau pedagang. bahkan rumah - rumah di daerah sekitar bandara pun tergolong sederhana, memang ada yang cukup mewah juga namun sedikit.
belum lagi masalah kebersihan dan estetika yang masih perlu ditingkatkan. bagaimana tidak, kambing - kambing dibiarkan berkeliaran di jalan raya. tentunya ada masalah estetika kota dan kebersihan tentunya. apakah nyaman, anda makan didampingi seekor kambing yang berkelairan mencari makan di sisa makanan yang jatuh ?? belum lagi ketika masuk ke perkampungannya. jarak rumahnya sangat berdekatan, yah kurang lebih sama dengan perkampungan di belakang ciwalk itu. realitas ini memang sangat sering dijumpai di kota - kota besar sentra industi. masyarakat yang termarjinalkan dari hingar bingar kehidupan ekonomi kota. saat itu, saya teringat film the new rulers of the world. gambaran masyarakat keci yangl dipebudak oleh korporasi dan tidak memiliki kekuatan apa apa.
kemudian, akses informasi ke wilayah tersebut pun agak kurang.hal ini ditandai dengan besarnya daya listrik yang dimiliki oleh penduduk di sana, yang besarnya hanya setengah dari daya listrik masyarakat cirebon, atau sepertiga daya listrik masyarakat bandung. tentunya media informasi yang bisa masuk hanya televisi, radio, dan koran.
dengan media informasi diatas, tentunya masyarakat akan menerima informasi yang terbatas. belum lagi ekses negatif dari televisi sendiri yang cukup membahayakan. dan hal tersebut telah bisa dirasakan saat itu dari bagaimana gaya berpakaian dari pemudanya. belum lagi ekses negatif yang meracuni paradigma mereka, misalnya tentang produktivitas bekerja. yang terjadi di sana, masih banyak pengangguran yang berusia muda, sekitar 20 - 30 tahun. tentunya bila dipadupadankan dengan pengaruh televisi sendiri bisa jadi ada korelasinya. di kalangan masyarakat kecil tersebut, amat jelas terlihat kekalahan telak institusi pendidikan dibandingkan dengan televisi. nilai - nilai yang diusung institusi pendidikan seperti inovasi, produktivitas, dan kreativitas, dikalahkan oleh konsumerisme yang digawangi oleh ekses negatif televisi ter;ihat begitu mendominasi kehidupan disana.
hal lain yang membuat miris adalah ketika melaksanakan sholat jumat di masjid Al Furqan di bandara. sholat jumatnya ngaret sampai 15 menit. bagaimana masjid bisa dijadikan sentra peradaban dan menjadi media pembentukan karakter bangsa bila nilai - nilai yang diperlihatkan kepada jamaahnya, bukan nilai - nilai yang memicu pembentukan karakter positif misalnya disiplin ? belum lagi, pemberitahuan - pemberitahuan yang diberitakan menjelang sholat jumat, tidak lepas dari yang namanya sumbangan - sumbangan - sumbangan namun aspek pelayanan jamaahnya sedikit. apa jadinya jika umat ini melihat mesjid hanya sebagai media tempat disalurkannya sumbangan saja, tanpa kemandirian secara finansial.
kemudian, setelah selesai sholat jumat, saya kaget melihat orang - orang makan dengan 'barbar'nya. mengerumuni penjual makanan, kemudian berebut mengambil makanan tersebut, lalu makan di sekitarnya dengan berbagai macam gaya, kebanyakan adalah berdiri. dan harga makanannya mahal banget!!nasi dan ayam bisa sampai 10 ribu rupiah. mel;ihat mereka makan, saya teringat hannibal lechter. belum lagi penjual VCD yang dikerumuni karyawan yang menjual film - film semi XXX yang bahkan sampulnya aja sangat vulgar. justru VCD yang seperti itu yang laku, sedang film kayak last samurai, ga ada yang menyentuhya sama sekali.
melihat semua ini, saya semakin yakin bahwa bangsa ini butuh pahlawan - pahlawannya. realitas ini haruslah semakin membuat idealisme kita erat dan dalam terpancang dan terpatri dalam sanubari - sanubari para pembaharunya. selain itu, disinilah terlihat bagaimana perlunya berada dalam sebuah jamaah dalam memperbaharui kondisi keumatan saat ini. maka dari itu, pasca kampus harus tetap disikapi dengan positif, seberat apapun semenyeramkan apapun, karena dengan sikap positif, kita bisa terbuka dan bersikap inklusif terhadap realitas. selain itu, hal yang paling tepat dalam memulai pembaharuan ini adalah mulai memperbaharui diri, dari hal yang kecil dan dari sekarang.
Friday, June 22, 2007
KUE PENGANTIN........................by Rahma Amanati
Bahan :
1 pria muslim & sehat,
1 wanita muslimah & sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
5 kali ibadah/hari
Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).
Tips:
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena
dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT
IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun
modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang
menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan
ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga
tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua
secara merata.
- Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata
sekitar 30 menit di depan penghulu.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
- Kue siap dinikmati.
Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak
dinikmati dalam keadaan hangat.
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya,
rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan
lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah".
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq!.
Wednesday, June 20, 2007
desperate, yah apa boleh buat, lulus paling cepet 4.5 tahun, ga bisa 4 tahun..satu mata kuliah harus ngulang dan tamatlah kesempatan buat lulus 4 tahun...apa boleh buat, semuanya udah terjadi..you've lost the chance..so make another chance, don't let it fly away again...It's OK whether you have to forget something, but keep focus..If they're your destiny, they will find their ways..
crestfallen...I don't know...sometimes I feel worry to loose a chance, a chance to get something important for me in a bond...if it is your destiny, it will find it ways...but..I cannot ignore my xxxx, this is always sound that...pfuuuuuuffff
bib, you still alive...zutto ikite ne...maybe this is a chance for you to study japanese longer...or maybe you will choose another language to study...
how about my dorm??? this result perhaps influences your chance to continue joining ppsdms, but I lay that to evaluator's decision..if he say that you have to go...just go, you still alive.
mom..perhaps it will dissapointed you...but I promise, I will fix it...I will make u proud by graduate in semester 9...I will... a promise is a man dignity...
so I will face it...my sword still sharp, my body still strong...I'll do!!!
Tuesday, June 19, 2007
seorang wanita berjalan
terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba
hitam menandakan bahwa ia berada dalam
duka cita yang mencekam. Kerudungnya
menangkup rapat hampir seluruh wajahnya.
Tanpa rias muka atau perhiasan menempel
di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan
yang ramping dan roman mukanya yang ayu,
tidak dapat menghapus kesan kepedihan
yang tengah meruyak hidupnya. Ia
melangkah terseret-seret mendekati
kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil
mengucapkan salam. Maka terdengarlah
ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk
sambil kepalanya terus merunduk. Air
matanya berderai tatkala ia berkata,
"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya,
Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya." "Apakah
dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi
Musa as terkejut. "Saya takut
mengatakannya." jawab wanita cantik.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak
Nabi Musa. Maka perempuan itupun
terpatah bercerita, "Saya ......telah
berzina." Kepala Nabi Musa terangkat,
hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, "Dari
perzinaan itu saya pun......lantas
hamil. Setelah anak itu lahir, langsung
saya....... cekik lehernya sampai......
tewas", ucap wanita itu seraya menagis
sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api
matanya. Dengan muka berang ia
menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu
dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh
ke dalam rumahku karena perbuatanmu.
Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil
memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berewajah ayu dengan hati
bagaikan kaca membentur batu, hancur
luluh segera bangkit dan melangkah
surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari
dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya
amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana
lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu
mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya.
Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya,
bagaimana pula manusia lain bakal
menerimanya? Terbayang olehnya betapa
besar dosanya, betapa jahat
perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa
sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun
mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin
Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau
menolak seorang wanita yang hendak
bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau
tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang
lebih besar dari kekejian wanita pezina
dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan
penuh rasa ingin tahu bertanya kepada
Jibril.
"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari
pada perempuan yang nista itu?" "Ada!"
jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah
itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang
yang meninggalkan sholat dengan sengaja
dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya
lebih besar dari pada seribu kali
berzina".
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa
kemudian memanggil wanita tadi untuk
menghadap kembali kepadanya. Ia
mengangkat tangan dengan khusuk untuk
memohonkan ampunan kepada Allah untuk
perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang
meninggalkan sembahyang dengan sengaja
dan tanpa penyesalan adalah sama saja
seperti berpendapat bahwa sembahyang itu
tidak wajib dan tidak perlu atas
dirinya. Berarti ia seakan-akan
menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan
seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya
hak untuk mengatur dan memerintah
hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat
dan menyesali dosanya dengan
sungguh-sungguh berarti masih mempunyai
iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu
berada di jalan ketaatan kepada-Nya.
Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima
kedatangannya.
Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH
> Abdurrahman Arroisy) Dalam hadist Nabi
SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan
sholat lebih besar dosanya dibanding
dengan orang yang membakar 70 buah
Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan
bersetubuh dengan ibunya di dalam
Ka'bah.
wassalam
Saturday, June 16, 2007
Da'wah itu memang berat
memang penuh halangan, hambatan, rintang, onak dan duri
karena itu da'wah hanya perlu pengorbanan,
komitmen dan militansi dari pembangunnya...
Pendukung da'wah itu sedikit
karena ia hanya untuk orang - orang terpilih
orang - orang yang dipilih ALLAH mengusung beratnya beban
orang yang berbaris rapih sebagai hizbullah
HIZBULLAH!!!!
Jika kita tidak ingin masuk ke dalam barisan ini
tidak apa - apa....
silahkan keluar, tak ada yang menghalangi
Pilihan ada di tangan kita...
Tapi ingat dan perlu kita tau...
Jika kita keluar, maka akan ada yang menggantikan
Satu orang yang keluar dari barisan dakwah ini
maka akan lahir 1000 orang yang siap menggantikan
Jauh lebih banyak dan lebih baik dari kita!!!
Yang mereka mencintai ALLAH dan ALLAH pun mencintai
Thursday, June 14, 2007
diberikan oleh seorang sahabat yang bahkan kita sendiri belom pernah bertemu.....
Ada dua macam manusia di dunia ini, mereka yang mencari alasan dan mereka mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan
orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjannya dapat terselesaikan
Hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan anda dalam hal apapun, tetapi membantu ia untuk memiliki
kekayaannya sendiri dalam hal apapun jg.
setiap orang pasti punya masa lalu, bagaimana menyikapinya....(disambung)
satu hal yang sering saya lakukan saat mendengar taushiyah dari orang lain adalah melihat ke dalam diri..hanya saja di taushiyah ini, saya tidak bisa menemukan dalam diri saya hal yang dimaksud..bisa jadi karena kurangnya ilmu....
mohon bantuannya..
Tuesday, June 12, 2007
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti kata-kata yang tak sempat terucapkan
oleh kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Seperti isyarat yang tak sempat dikatakan
Oleh awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
( Aku Ingin, Sapardi Joko Damono)
Cinta yang sederhana, sesederhana cinta Abdurrahman bin Auf saat meninggalkan seluruh hartanya di Mekah demi mengikuti hijrahnya Rasulullah…
Sesederhana cinta Abu Bakr yang tetap diam saat seekor ular menggigit kakinya di Gua Tsur, demi tak ingin membangunkan Rasulullah yang tertidur di pangkuannya…
Sesederhana cinta Bilal bin Rabah yang rela terpanggang di bawah batu besar pada teriknya gurun…
Sesederhana cinta Abu Dzar Al Ghifari yang berjalan kaki ratusan kilo menyusul pasukan Tabuk…
Sesederhana apakah cinta kita pada perjuangan ini saudaraku? Sesederhana apakah cinta kita pada saudara-saudara kita? Sesederhana apakah cinta kita pada ALLAH?
Pertanyaan-pertanyaan , yang hanya diri-diri kita yang mampu tuk menjawabnya
Monday, June 11, 2007
"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?" Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."
Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para
muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.
"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."
Sang guru masih melanjutkan, "Ketika sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda.
Sunday, June 10, 2007
Iringilah pemergian daku nanti
Dengan doa yang tidak henti
Moga Islam terus berdiri
Usapilah genang air mata kasih
Senyumanmu penguat semangat daku
Andai kita tak jumpa lagi
Ku semai cintamu di syurga
Berpisahlah dua jiwa
Meninggalkan kuntum cinta
Mekar di istana taqwa
Menyahut panggilan Allah
Dengan nama-Mu Allah yang Maha Gagah
Langkahku atur pasrah daku berserah
Menangkanlah kaum muslimin
Hancurkanlah kaum musyrikin
Handzalah pergi ke medan jihad
Bersama dengan para sahabat
Bertempur hebat penuh semangat
Sehingga dia syahid akhirnya
Turunlah malaikat ke bumi
Mandikan jasadnya simpati
Sucilah jasadnya mewangi
Diarak rohnya ke Firdausi
Hening malam menyaksikan
Korban cinta dua insan
Baru diijabkabulkan
Rela menyahut seruan
Demi Islam ditegakkan
Jihad menjadi pilihan